Ratna Komala Juwita
Pada pertemuan malam ini pak Bambang hanya berbagi pengalaman bagaimana cara mengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang selama ini sudah beliau tekuni.
Menurut beliau, mengelola Taman Baca Masyarakat( TBM) yang perlu memperhatikan beberapa hal diantaranya yaitu:
1. Ketika mau memulai membuat Taman Bacaan, tidak langsung membuka TBM. Pertama yang harus lakukan adalah mengumpulkan buku secukupnya. Selain mengumpulkan buku kita harus berdiskusi dengan istri juga anak tentang niat membuka TBM.
2. Mengelola NIAT itu ternyata penting. Mewujudkan NIAT menjadi sebuah kenyataan itu butuh perjuangkan. Bayangkan sebuah rumah mungil type 21, tapi ingin membuka TBM. Rumah yang saat itu di huni bersama keluarganya sejak tahun 2007, dan pada tahun 2011 akan dibuka menjadi TBM.
3. Setelah seisi rumah yang terdiri dari keluarga anak isteri setuju. Lalu beliau ngobrol dengan tetangga kiri dan kanan bahwa rumah akan dibuat TBM. Alhamdulilah Pak Basuki tetangga sebelah kanan dan Pa Arif tetangga sebelah kiri ternyata responya positif tentang rencana akan dibukanya TBM.
4. Perlu bapak ibu ketahui ketika memulai 2011 TBM dibuka dan diberikan nama TBM AS Lebakwangi. AS merupakan singkatan Ayah Salwa. Lebakwangi merupakan nama desa tempat tinggal kami.
5. BIsa bapak/Ibu bayangkan sebuah rumah mungil, dengan halaman tanah tanpa pagar. Rumah yang sederhana, rumah model lama dibandingkan dengan rumah tetangga yang sudah mulai diperbaiki. Ketika beliau (Pa Bambang) memulai aktivitasnya, di malam hari menyedikan majalah bobo sebanyak 20 eksemplar, buku cerita sebanyak 20 ekseplar, lalu buku tersebut di simpan diluar di rak, dan langganan koran tribun dan pikiran rakyat, Rak yang dimiliki ketika itu adalah rak tiga tingkat, tingkat pertama koran, kedua majalah bobo dan ke tiga buku cerita. Kami menyediakan daftar hadir pengunjung biar tertata rapih.
6. Bapak/Ibu, mari kita .....cek di dunia maya melalui google dengan kata kunci "TBM AS LEBAKWANGI" i Bagaimanakah hasilnya malam ini ?
7. Silakan bapak/ibu bisa menyimak jejak di youtube tentang TBM AS Lebakwangi. Silahkan ditonton hanya 7 menit. Silahkan selamat menonton
8. TBM AS Lebakwangi pun memiliki blog loh. Silakan yang ingin melihat, membacanya tentang TBM
Ini linknya ya....
https://lebakwangimembaca.wordpress.com/
9. Bapak/ Ibu. Perjuangan mengelola TBM itu memang tidak mudah. Pengorbanan waktu, tenaga, pikiran bahkan materi menjadi hal yang harus siap dilakukan. Perjalanan panjang mengelola TBM dari 2011 hingga 2024 tidaklah mudah. Tapi demi tercapainya cita-cita mendirikan TBM akhirnya berhasil juga.
10. TBM AS Lebakwangi mengalami fase sederhana dari pengelolaan hingga mengalami kemajuan secara fisik bangunan. Kami mengalami TBM yang gabung dengan rumah. Bayangkan kalau ada anak-anak itu bisa sampai dapur. Rumah penuh dengan anak-anak. Serunya....saat kami pulang ke rumah di halaman rumah penuh anak-anak yang sedang membaca buku. Jadi rumah ngak usah sewa tenaga keamanan, karena penjaga rumahnya sudah banyak, hahaha..
11. Bapak/ ibu, inilah gambaran tempat halaman TBM AS Lebak wangi kami mulai dari
1. Hanya tempat duduk dari bambu
2. Bambu kami ganti dengan tembok
3. Alas tanah diganti dengan tembok
4. Buat kanopi
5. Semua halaman kami tembok
6. Rumah di tahun 2012 full menjadi TBM (kami pindah punya rumah baru, beda 4 rumah)
12. Saat memiliki TBM maka bergabunglah dengan "FORUM TBM" yang ada di Kab/Kota. Karena Pengurus TBM itu ada dari tingkat Kab/Kota, Provinsi dan Nasional. Siapa yang ngak kenal GOL A GONG beliau saat ini DUTA BACA INDONESIA itu pernah menjadi KETUA UMUM Pengurus Pusat Forum TBM. Saya pun pernah terpilih menjadi Ketua Forum TBM
13. Manfaat bergabung dengan Forum TBM kita akan berinteraksi dengan TBM-TBM lainnya, bahkan beliau pernah mengikuti pelatihan-pelatihan yang levelnya mulai dari Kab, Provinsi bahkan Nasional. Bahkan pernah naik pesawat terbang gratis saat ada kegiatan di MAKASAR saat ada kegiatan untuk Pengurus TBM
14. Manfaat membuat TBM buat seorang guru menambah pengetahuan lebih banyak tentang literasi.
15. Pengalaman mengelola TBM sejak tahun 2011 ini ternyata membantu profesi seorang guru. Progam Gerakan Literasi Sekolah yang ada sejak tahun 2015 menjadi hal yang tak terpisahkan sampai saat ini. Bahkan meraih prestasi atau karya yang dibuat sampai membuat RAPOR LITERASI untuk kegiatan Literasi di SMP Taruna Bakti.
16. Ini bukti di dunia digital untuk RAPOR LITERASI. Silakan buka ini
https://literasi-smp.tarunabakti.sch.id/rapor-literasi-smp-taruna-bakti/
Bapak/ibu, betapa senamg dan bahagia malam ini bisa berbagi pengalaman ucap narasumber di ujung pertemuan KBMN gelombang 34.
Semoga pengalaman yang dibuat akan bermanfaat buat para pegiat lierasi, perlu diingat bahwa kehidupan akan terus berputar, berjalan dan bergerak. Ingat suatu saat gerak kita akan berhenti maka sebelum berhenti bergetak terus untuk terus menebar kebaikan.
Tebarkan kebaikan sepenuh hati seperti Tuhan yang tak pernah pamrih dengan umatnya. Manusia yang melakukan pengrusakan pun tidak langsung di hukum. Tuhan Maha Segalanya.
Ingat UU No 20 Tahun 2003 pasal 3. Bahwa tujuan pendidikan nasional adalah:
1. Beriman
2. Bertakwa
3. Berakhlak mulia
4. Sehat
5. Berilmu
6. Cakap
7. Kreatif
8. Mandiri
9. Demokratis
10. Bertanggungjawab
Sehat-sehat semuanya
Sukses semuanya
Salam Bahagia
Salam Litera


Komentar
Posting Komentar